Tampilkan postingan dengan label ALL ABOUT TECHNOLOGY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ALL ABOUT TECHNOLOGY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Februari 2013

Ingat! Beli PC Bermerek Belum Tentu Bebas Virus


Tony Seno Hartono memaparkan bahaya malware (sha/detikINET)
Jakarta - Sebuah temuan dari studi forensik Microsoft menguak fakta bahwa membeli PC baru dengan merek terkenal sekalipun tidak akan menjamin komputer pengguna bebas malware.

Dari 282 komputer dan DVD yang didapatkan di Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam dan diinvestigasi Microsoft pada 2012 lalu, malware pun masih ditemukan di merek-merek ternama seperti Acer, Asus, Dell, HP, Lenovo, Samsung dan Toshiba.

Malware mulai menjangkiti PC tersebut sejak disuntikkan kopi Windows bajakan. Dari temuan kunci Microsoft, diketahui persentase tingkat infeksi malware dari DVD adalah 74%, sedang untuk sampel komputer sebesar 69%.

"Malware merupakan bisnis kriminal yang nyata," sesal Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia dalam acara Piracy & Malware Study Southeast Asia di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/2/2013).

Dijelaskan olehnya, malware dapat melakukan beberapa hal yang berbahaya seperti mencuri indentitas user termasuk password hingga mengakses semua informasi yang disimpan di PC atau jaringan.

Microsoft meyakini bahwa malware maupun software palsu tersebut bukan berasal dari pabrikan PC yang mereka sebutkan, melainkan dari individu pada rantai penjualan atau toko-toko yang melakukan duplikasi ilegal dan distribusi software bajakan.

Tips Menghindari Malware

Nah, bagaimana cara konsumen agar terhindar dari infeksi malware? Tony menganjurkan kepada para konsumen agar membeli PC dari retailer resmi dan bersikeras meminta sistem operasi yang asli.

"Jangan beli di toko sembarangan, malah kalau harganya murah, kita harus curiga," tukasnya. "Kita nggak harus jadi ahli IT untuk membuat komputer kita tetap aman," tandas Tony dalam presentasinya.
Share:

Rabu, 20 Februari 2013

Hei Apple... Samsung Juga Ingin Bikin Jam Tangan Pintar





Jakarta - Apple tampaknya harus bergerak cepat untuk meluncurkan jam tangan pintarnya bila tak ingin disalip oleh Samsung. Sebab, konon Samsung pun ingin meluncurkan produk serupa.

Rumor ini muncul setelah sebuah foto bocoran produk bernama Galaxy Altius beredar. Menurut informasi, piranti ini mirip dengan iWatch -- sebutan bagi smartwatch Apple.

Dari bocoran foto yang diungkap forum di Korea, Ruliweb, tampak sekali antarmuka yang sangat mirip dengan Windows 8 atau Live Tile Windows Phone 8. Dari gambar juga tampak bahwa ada indikator konektivitas dari operator SKT di Korea.

Selain mampu menampilkan email dan pesan, di fitur ini juga ditawarkan untuk memutar musik dan film. Dari sekadar antarmuka ini, anggota forum itu yakin bahwa itu adalah smartwatch milik Samsung.

Meski demikian, dikutip detikINET dari Tech2 in, Jumat (15/2/2013), Samsung menampik bahwa itu adalah proyek jam tangan pintarnya. Tapi tak menolak secara tersirat juga bahwa Altius adalah sebuah sistem operasi baru.

Apalagi salah satu screenshot menunjukkan bahwa OS itu akan diberi nama Altius juga.
Share:

Kecepatan Meteor yang Jatuh di Rusia 54.000 Km/Jam

Kecepatan Meteor yang Jatuh di Rusia 54.000 Km/Jam  
Sebuah meteor yang turun dari langit menuju di kota Chelyabinsk, 900 km sebelah timur dari Moskow dan dekat dengan perbatasan Kazakhstan, Rusia. dailymail.co.uk

TEMPO.CO, Moskow - Russian Academy of Sciences menyatakan meteor yang jatuh di negaranya diperkirakan seberat 10 ton dan melesat dengan kecepatan supersonik di atas Pegunungan Ural Rusia. Meteor itu diduga memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan 54 ribu kilometer per jam dan hancur dengan sebaran meliputi wilayah seluas 30-50 kilometer.

Menurut lembaga ini, jatuhnya meteor ini disertai ledakan hebat akibat gesekan dengan atmosfer, hal yang diduga menyebabkan pecahnya kaca-kaca bangunan di wilayah yang terkena dampak. Biro Penanggulangan Bencana Rusia mengatakan lebih dari 500 orang terluka.

"Terjadi kepanikan. Orang tidak tahu apa yang terjadi. Semua orang berkeliling ke rumah-rumah penduduk untuk memeriksa apakah mereka baik-baik saja," kata Sergey Hametov, penduduk Chelyabinsk, sekitar 1.500 kilometer timur Moskow, wilayah yang paling terkena dampak jatuhnya meteor.

Beberapa pecahan meteor jatuh di waduk di luar Kota Cherbakul, menurut kantor berita Itar-Tass. Mengutip juru bicara militer, Yarslavl Roshupkin, ditemukan kawah selebar 6 meter di lokasi jatuhnya meteor.
Share:

Tiga Penyakit yang Menyertai Evolusi Manusia

Tiga Penyakit yang Menyertai Evolusi Manusia


TEMPO.CO, Boston -- Sakit punggung, persalinan yang berisiko, nyeri kaki, dan sakit gigi adalah sederet penyakit yang ditemukan ketika manusia berevolusi. Bagi para peneliti, manusia adalah evolusi primata yang paling sukses di planet ini.

Manusia berutang pada suksesnya adaptasi, seperti besar tubuh, pertumbuhan otak yang makin kompleks, dan berjalan tegak menggunakan dua kaki. Meski begitu, ada sisi menyakitkan dari perubahan yang menguntungkan ini. "Kami berhadapan dengan jejak penyakit evolusi manusia," kata Alan Mann, antropolog dari Universitas Princeton.

Misalnya, ketika perubahan berjalan tegak, akan terjadi stres punggung akibat gravitasi yang menjadikannya sakit punggung yang unik. "Kita adalah satu-satunya mamalia yang mengalami patah spontan tulang belakang," kata Bruce Latimer, antropolog dan ahli anatomi di Universitas Case Western Reserve. Lalu apa saja detail penyakit yang ditemukan akibat evolusi manusia ini?

1. Sakit punggung

Tulang punggung manusia membentuk kurva untuk menjaga keseimbangan ketika berjalan tegak. Perubahan itu menyebabkan stres di beberapa titik punggung. Kondisi ini menyebabkan lordosis (pembengkokan punggung), kyphosis (punggung bungkuk), dan scoliosis (punggung membentuk kurva S).

Selain itu, tulang punggung terasa sakit ketika manusia berjalan. Satu kaki ke depan yang bertentangan dengan gerak lambaian tangan.

Perubahan empat kaki menjadi dua kaki juga menyebabkan masalah kaki datar dan buntal. Bukti fosil memperlihatkan masalah kaki terkilir pada 3,5 juta tahun lalu.

2. Sakit gigi

Ukuran otak yang berubah menyebabkan masalah pada gigi bungsu. "Otak kita berkembang sehingga arsitektur tempurung otak juga ikut berubah," kata antropolog Alan Mann. Ini sering kali mengakibatkan gigi bungsu tidak memiliki ruang untuk tumbuh, yang menyebabkan mereka meletus dengan cara yang menyakitkan.

3. Persalinan berisiko

Evolusi berjalan tegak mengakibatkan kelahiran berisiko bagi manusia daripada primata lainnya. "Jika Anda ingin mencari contoh bagaimana kita berasal dari desain yang cerdas, lihat saja betapa rumit dan tidak nyaman ketika kita memiliki bayi," kata Karen Rosenberg, antropolog dari Universitas Delaware. Hubungan sosial yang kompleks antarmanusia selalu memberi jalan supaya perempuan mampu bertahan dalam persalinan yang berisiko.
Share:

Selasa, 19 Februari 2013

 

Microsoft Ingatkan Pengguna Windows 7 "Polos"

Add caption
Windows 7

KOMPAS.com - Microsoft mengingatkan pengguna bahwa sistem operasi Windows 7 "polos" atau belum menggunakan paket update SP1 (Service Pack 1) akan berhenti mendapat dukungan, berupa update software mulai 9 April
mendatang.


Hal tersebut berlaku untuk Windows 7 versi "Release to Manufacturing" (RTM, istilah Microsoft untuk edisi pertama dari sebuah sistem operasi). Adapun Windows 7 SP1 atau yang telah di-update ke SP1, akan tetap mendapat support.

Dengan kata lain, pengguna Windows 7 RTM harus meng-update sistem operasinya dengan SP1 Windows 7 yang tersedia gratis, jika masih ingin terus menerima update dari Microsoft.
Share: